Tuesday, June 24, 2008

W E L C O M E


Here everyone can use this blogger to consult your & company finance, tax, management and accounting problem's, we verry interest to giving some solution getting better for you!!!!!

STUDI CONTENT


Introduction to Manufacturing Overhead
We also have Drills, Puzzles, and Q&A for the topic Manufacturing Overhead.

In the world of manufacturing–as competition becomes more intense and customers demand more services–it is important that management not only control its overhead but also understand how it is assigned to products and ultimately reported on the company's financial statements. We view overhead as two types of costs and define them as follows:
1. Manufacturing overhead (also referred to as factory overhead, factory burden, and manufacturing support costs) refers to indirect factory-related costs that are incurred when a product is manufactured. Along with costs such as direct material and direct labor, the cost of manufacturing overhead must be assigned to each unit produced so that Inventory and Cost of Goods Sold are valued and reported according to generally accepted accounting principles (GAAP).

Manufacturing overhead includes such things as the electricity used to operate the factory equipment, depreciation on the factory equipment and building, factory supplies and factory personnel (other than direct labor). How these costs are assigned to products has in impact on the measurement of an individual product's profitability.

2. Nonmanufacturing costs (sometimes referred to as “administrative overhead”) represent a manufacturer’s expenses that occur apart from the actual manufacturing function. In accounting and financial terminology, the nonmanufacturing costs include Selling, General and Administrative (SG&A) expenses, and Interest Expense. Since accounting principles do not consider these expenses as product costs, they are not assigned to inventory or to the cost of goods sold. Instead, nonmanufacturing costs are simply reported as expenses on the income statement at the time they are incurred.

Nonmanufacturing costs include activities associated with the Selling and General Administrative functions. Examples include the compensation of nonmanufacturing personnel; occupancy expenses for nonmanufacturing facilities (rent, light, heat, property taxes, maintenance, etc.); depreciation of nonmanufacturing equipment; expenses for automobiles and trucks used to sell and deliver products; and interest expenses. (Note that factory administration expenses are considered part of manufacturing overhead.)

Although nonmanufacturing costs are not assigned to products for purposes of reporting inventory and the cost of goods sold on a company’s financial statements, they should always be considered as part of the total cost of providing a specific product to a specific customer. For a product to be profitable, its selling price must be greater than the sum of the product cost (direct material, direct labor, and manufacturing overhead) plus the nonmanufacturing costs and expenses.

Manufacturing Overhead Costs
On financial statements, each product must include the costs of the following:
1. Direct material
2. Direct labor
3. Manufacturing (or factory) overhead
According to generally accepted accounting principles (GAAP), manufacturing overhead must be included in the cost of Work in Process Inventory and Finished Goods Inventory on a manufacturer’s balance sheet, as well as in the Cost of Goods Sold on its income statement.

As their names indicate, direct material and direct labor costs are directly traceable to the products being manufactured. Manufacturing overhead, however, consists of indirect factory-related costs and as such must be divided up and allocated to each unit produced. For example, the property tax on a factory building is part of manufacturing overhead. Although the property tax covers an entire year and appears as one large amount on just one tax bill, GAAP requires that a portion of this amount be allocated or assigned to each product manufactured during that year.

Some of the costs that would typically be included in manufacturing overhead include:
1. Material handlers (forklift operators who move materials and units).
2. People who set up the manufacturing equipment to the required specifications.
3. People who inspect products as they are being produced.
4. People who perform maintenance on the equipment.
5. People who clean the manufacturing area.
6. People who perform record keeping for the manufacturing processes.
7. Factory management team.
(Note: For the seven items above, the company will incur costs for salaries, wages, Social Security and Medicare taxes, unemployment compensation tax, worker compensation insurance, health insurance, holiday pay, vacation pay, sick pay, pension or retirement plan, seminars and training, and perhaps more.)
8. Electricity, natural gas, water, and sewer for operating the manufacturing facilities and equipment.
9. Computer and communication systems for the manufacturing function.
10. Repair parts for the manufacturing equipment and facilities.
11. Supplies for operating the manufacturing process.
12. Depreciation on the manufacturing equipment and facilities.
13. Insurance and property taxes on the manufacturing equipment and facilities.
14. Safety and environmental costs.
Note that all of the items in the list above pertain to the manufacturing function of the business. Since the costs and expenses relating to a company’s administrative, selling, and financing functions are not considered to be part of manufacturing overhead, they are not reported as part of the final product cost on financial statements. Rather, nonmanufacturing expenses are reported separately (as SG&A and interest expense) on the income statement during the accounting period in which they are incurred.

BIAYA OVERHEAD PABRIK
( ANGGARAN, AKTUAL DAN PEMBEBANAN )

A. KARAKTERISTIK OVERHEAD PABRIK
Overhead pabrik pada umumnya didefinisikan sebagai bahan baku tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, dan semua biaya pabrik lainnya yang tidak dapat secara nyaman diidentifikasikan dengan atau dibebankan langsung ke pesanan, produk, atau objek biaya lain yang spesifik. Istilah lain yang digunakan untuk overhead pabrik adalah tanggungan pabrik, beban produksi, overhead produksi, beban pabrik, dan biaya produksi tidak langsung.
Overhead pabrik memiliki dua karakteristik yang memerlukan pertimbangan jika produk ingin dibebankan dengan jumlah yang sewajarnya dari biaya ini. Karakteristik-karakteristik ini berkaitan dengan hubungan overhead pabrik dengan produk atau volume produksi. Tidak seperti bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, overhead merupakan bagian yang tidak terlihat dari produk jadi. Tidak ada bukti permintaan bahan baku atau kartu jam kerja karyawan yang mengindikasikan jumlah overhead yang digunakan oleh suatu pesanan atau produk. Tetapi meskipun demikian, overhead juga merupakan bagian dari biaya produksi suatu produk yang sama pentingnya dengan biaya bahan baku langsung maupun biaya tenaga kerja langsung. Karena meningkatnya otomatisasi, overhead telah menjadi persentase dari total biaya produksi yang lebih besar, sementara persentase tenaga kerja langsung telah menurun.
Karakteristik yang kedua dari overhead berurusan dengan bagaimana item-item yang berbeda dalam overhead berubah terhadap perubahan dalam volume produksi. Overhead dapat bersifat tetap, variabel, atau semivariabel. Biaya overhead tetap besarnya konstan tanpa memperdulikan perubahan dalam tingkat output, dalam rentang yang relevan. Dapat dikatakan, bahwa biaya overhead tetap per unit output bervariasi secara terbalik dengan volume produksi. Biaya overhead variabel berubah secara proporsional terhadap perubahan dalam volume produksi, dalam rentang yang relevan. Dengan kata lain, biaya overhead variabel per unit output adalah konstan. Biaya overhead semivariabel adalah tidak seluruhnya bersifat tetap maupun variabel. Jumlahnya berubah, tetapi tidak secara proporsional terhadap perubahan terhadap volume produksi. Ketika volume berubah, pola perilaku biaya overhead yang berbeda menyebabkan biaya produksi per unit berfluktuasi secara signifikan. Akibatnya, beberapa metode diperlukan untuk menstabilkan jumlah overhead yang dibebankan ke unit produksi.

B. PENGGUNAAN TARIF BIAYA OVERHEAD YANG TELAH DITENTUKAN SEBELUMNYA
Biaya overhead dibebankan ke semua pekerjaan yang dilakukan selama suatu periode tertentu. Masalahnya adalah bagaimana melakukan pembebanan tersebut. Adalah mungkin untuk mengalokasikan biaya overhead actual ke semua pekerjaan yang diselesaikan salama sebulan tersebut. Jika volume produksi tetap dari bulan ke bulan dan biaya overhead terjadi dalam tingkatan jumlah bulanan, metode ini menghasilkan pembebanan yang wajar atas produksi pada setiap periode.
Tetapi biasanya, variasi terjadi dari bulan ke bulan atau dari musim ke musim, yang menyebabkan pekerjaan yang diselesaikan selama bulan-bulan yang berbeda menerima pembebanan overhead yang berbeda secara signifikan. Misalnya, biaya produk yang tidak masuk akal akan dihasilkan dari perhitungan apabila biaya aktual dari perbaikan dibebankan segera dan secara langsung ke pesanan atau produk. Biasanya perbaikan diperlukan karena penggunaan dan kerusakan selama periode yang lama. Lebih lanjut lagi, dalam bulan-bulan dimana pekerjaan perbaikan signifikan dilakukan, sering kali adalah perlu untuk memperlambat atau menghentikan produksi untuk sementara ketika perbaikan sedang dilakukan. Biaya perbaikan yang tinggi dan volume produksi yang rendah menyebabkan perhitungan biaya per unit yang amat besar jika biaya overhead aktual tinggi dibebankan ke produksi aktual rendah di bulan-bulan tersebut. Karena beberapa komponen biaya overhead terjadi dalam pola yang sama seperti yang dijelaskan untuk perbaikan, dank arena biaya overhead perlu dibebankan langsung ke produksi, overhead biasanya dibebankan ke produksi dengan menggunakan jumlah yang telah ditentukan sebelumnya, dan bukannya jumlah aktual yang terjadi.
Karena ketidakmungkinan untuk menelusuri biaya overhead ke pesanan atau produk tertentu, biaya overhead dialokasikan ke semua pesanan dan unit. Tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya memungkinkan alokasi yang konsisten dan wajar ke setiap unit output. Baik dalam akumulasi biaya berdasarkan pesanan maupun dalam akumulasi biaya berdasarkan proses, tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya merupakan satu-satunya metode yang paling mungkin dalam menghitung biaya overhead produk dengan segera untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi biaya produk, untuk mengidentifikasikan inefisiensi, dan untuk meratakan fluktuasi bulan ke bulan yang tidak logis, yang tanpa metode ini akan muncul dalam biaya per unit yang dilaporkan.
Dalam perhitungan biaya berdasarkan pesanan, biaya aktual dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung yang digunakan untuk pesanan tersebut ditentukan dari bukti permintaan bahan baku dan kartu jam kerja, serta dimasukan dalam kartu biaya pesanan. Biaya overhead diestimasi menggunakan tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya. Misalnya, overhead yang dapat dibebankan ke suatu pesanan dihitung dengan cara mengalikan jam mesin aktual yang digunakan untuk pesanan tersebut dengan tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya per jam mesin. Hasilnya dimasukkan dalam kartu biaya pesanan. Biaya dari suatu pesanan menjadi dapat dihitung pada saat pesanan selesai, dari pada tidak tersedia karena menunggu akhir bulan atau akhir tahun.
Dalam perhitungan biaya berdasarkan proses, biaya per unit dihitung dengan cara membagi total biaya mingguan atau bulanan dari setiap proses dengan output yang dihasilkan oleh masing-masing proses. Biaya produk dapat ditentukan dalam beberapa kondisi proses tanpa penggunaan tarif overhead, namun tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya menghasilkan perhitungan biaya per unit yang lebih seragam setiap bulannya meskipun apabila ada fluktuasi bulanan yang besar dalam overhead atau tingkat produksi. Tarif overhead yang digunakan dalam perhitungan biaya berdasarkan proses dihitung dengan cara yang sama seperti di perhitungan biaya berdasarkan pesanan.


C. FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM PEMILIHAN TARIF BIAYA OVERHEAD
Jenis tarif overhead berbeda tidak hanya dari suatu perusahaan ke perusahaan lain, tetapi juga dari suatu departemen, pusat biaya, atau tampat penampungan biaya ke departemen, pusat biaya, atau tempat penampungan biaya lain di dalam suatu perusahaan. Paling tidak ada lima faktor yang mempengaruhi pemilihan tarif overhead. Kelima faktor tersebut adalah sebagai berikut :

I. Dasar Yang Dapat Digunakan
Faktor yang diukur sebagai denominator dari tarif overhead disebut sebagai dasar tarif overhead, dasar alokasi overhead, atau dasar. Pemilihan dari dasar ini adalah penting jika suatu sistem biaya akan menyediakan data biaya yang berarti. Tujuan utama dalam pemilihan dasar adalah untuk memastikan pembebanan overhead dalam proporsi yang wajar terhadap sumber daya pabrik tidak langsung yang digunakan oleh pesanan, produk, atau pekerjaan yang dilakukan.
Biasanya dasar ini sebaiknya berhubungan erat dengan fungsi yang diwakili oleh biaya overhead yang akan dibebankan. Jika overhead hamper seluruhnya berorientasi pada tenaga kerja dan didominasi oleh biaya seperti supervise dan tunjangan, maka dasar yang sesuai mungkin adalah biaya tenaga kerja langsung atau jam tenaga kerja langsung. Jika item-item overhead sebagian besar berorientasi pada teknologi, yang diakibatkan oleh kepemilikan dan operasi dari mesin, maka dasar jam mesin mungkin yang paling sesuai. Apabila overhead sebagian besar berorientasi pada bahan baku, maka biaya bahan baku mungkin sesuai digunakan sebagai dasar. Analisis korelasi adalah berguna dalam pemilihan dasar.
Tujuan kedua dalam pemilihan dasar adalah untuk meminimalkan biaya dan usaha klerikal. Ketika dua atau lebih dasar tersebut menghasilkan pembebanan overhead pabrik yang hampir sama untuk setiap pesanan atau produk, maka dasar yang paling sederhana dan paling mudah diukurlah yang sebaiknya digunakan. Meskipun biaya untuk mengelola sebagai metode berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lain, dasar biaya tenaga kerja langsung dan dasar biaya bahan baku langsung cenderung menghasilkan usaha klerikal yang paling sedikit, karena data yang diperlukan telah diakumulasi untuk alas an yang lain, dan dengan demikian langsung tersedia. Dasar jam tenaga kerja dan jam mesin pada umumnya memerlukan tambahan pekerjaan klerikan karena usaha tambahan yang diperlukan untuk mengumpulkan data.

a. Output Fisik
Output fisik atau unit produksi adalah dasar yang paling sederhana untuk membebankan overhead pabrik. Penggunaannya diilustrasikan sebagai berikut :
Estimasi overhead pabrik
= Overhead pabrik per unit
Estimasi unit produksi


b. Dasar Biaya Bahan Baku Langsung
Dalam beberapa perusahaan, suatu studi atas biaya masa lampau menunjukkan korelasi yang tinggi antara biaya bahan baku langsung dan overhead. Hal ini mungkin, misalnya, ketika banyak pekerjaan produksi terdiri atas penerimaan, inspeksi, penyimpanan, pengambilan, dan penanganan banyak lot bahan baku yang mahal. Dalam kasus semacam ini, suatu tarif berdasarkan biaya bahan baku mungkin sesuai. Tarif tersebut dihitung dengan cara membagi estimasi total overhead dengan estimasi total biaya bahan baku langsung sebagai berikut :

Estimasi overhead pabrik Overhead pabrik sebagai persentase
X 100 =dari biaya bahan baku tidak langsung
Estimasi biaya bahan baku

c. Dasar Biaya Tenaga Kerja Langsung
Menggunakan suatu dasar biaya tenaga kerja langsung untuk membebankan overhead pabrik ke pesanan atau produk memerlukan pembagian estimasi overhead dengan estimasi biaya tenaga kerja langsung untuk menghitung suatu persentase :

Estimasi overhead pabrik Overhead pabrik sebagai
X 100 = persentase dari biaya
Estimasi biaya tenaga kerja langsung tanaga kerjalangsung


d. Dasar Jam Tenaga Kerja Langsung
Dasar jam tenaga kerja langsung didesain untuk mengatasi kelemahan kedua dari penggunaan dasar biaya tenaga kerja langsung. Tarif overhead pabrik yang didasarkan pada jam tenaga kerja langsung dihitung sebagai berikut :

Estimasi overhead pabrik
= Overhead pabrik per jam tenaga
Estimasi jam tenaga kerja langsung kerja langsung

e. Dasar Jam Mesin
Ketika mesin digunakan secara ekstensif, maka jam mesin mungkin merupakan dasar yang paling sesuai untuk pembebanan overhead. Metode ini didasarkan pada waktu yang diperlukan untuk melakukan operasi yang identik oleh suatu mesin atau sekelompok mesin. Total jam mesin yang diperkirakan akan digunakan diestimasi, dan tarif per jam mesin ditentukan sebagai berikut :

Estimasi overhead pabrik
= Overhead pabrik per jam mesin
Estimasi jam mesin

f. Dasar Transaksi
Sekelompok biaya mungkin dapat diasosiasikan dengan suatu aktivitas tertentu yang tidak terwakili oleh dasar manapun yang telah dibahas sebelumnya. Misalnya biaya persiapan dapat dibebankan secara lebih sesuai ke produk berdasarkan tarif persiapan. Setiap persiapan dengan demikian dipandang sebagai suatu transaksi, dengan biaya dibebankan ke suatu produk atau batch berdasarkan jumlah transaksi yang diperlukan. Pendekatan transaksi ini juga dapat diterapkan ke aktivitas lain seperti penjadwalan, inspeksi, pergerakan bahan baku, dan perubahan dalam produk atau proses.
Semakin besar perbedaan dan kompleksitas dalam lini produk, semakin besar jumlah transaksi. Transaksi semacam itu sering kali merupakan persentase besar dari biaya overhead, dan kunci untuk mengelola overhead adalah dengan mengendalikan transaksi yang memicunya. Hal ini memerlukan pemikiran yang hati-hati mengenai transaksi-transaksi mana yang diperlukan dan mana yang tidak, dari filosofi just in time untuk desain proses memungkinkan eliminasi atau pengurangan banyak transaksi.

II. Pemilihan Tingkat Aktivitas
Dalam menghitung tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya, sebagian besar bergantung pada tingkat aktivitas yang dipilih. Numerator dari tarif overhead adalah estimasi biaya overhead untuk tingkat aktivitas tertentu, dan denominatornya adalah estimasi dasar alokasi pada tingkat aktivitas yang sama. Semakin besar tingkat aktivitas yang diasumsikan, semakin rendah tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya. Hubungan ini ada karena overhead pabrik terdiri atas bagian yang bersifat tetap dan variabel. Semakin tinggi tingkat aktivitas, semakin kecil bagian yang tetap dari tarif overhead pabrik, karena biaya overhead pabrik tetap dibebankan ke semakin banyak unit aktivitas. Bagian variabel dari tarif cenderung tetap konstan pada tingkat aktivitas yang berbeda dalam rentang yang relevan.
Tingkat aktivitas yang berbeda termasuk kapasitas teoritis, kapasitas praktis, kapasitas aktual yang diperkirakan, dan kapasitas normal. Peraturan pajak penghasilan federal saat ini mengizinkan penggunaan kapasitas aktual yang diperkirakan atau kapasitas normal untuk membebankan overhead pabrik ke persediaan. Peraturan tersebut tidak memperbolehkan penggunaan kapasitas praktis maupun kapasitas teoritis, dengan alasan bahwa kapasitas tersebut adalah suatu “pengecualian dari aturan yang umum dalam ‘akuntansi biaya penyerapan penuh’ yang berlaku untuk penentuan biaya yang dapat dimasukkan ke dalam nilai persediaan.”
a. Kapasitas Teoritis
Kapasitas teoritis terdiri dari suatu departemen, pabrik, atau fasilitas lainnya adalah kapasitas untuk memproduksi pada kecepatan penuh tanpa interupsi. Hal ini dicapai jika pabrik atau departemen memproduksi pada tingkat 100% kapasitas yang dinyatakan. Beroperasi pada tingkat kapasitas teoritis adalah cita-cita yang tidak mungkin tercapai untuk periode seperti bulan, triwulan, atau tahun. Tetapi, beberapa manajer berpendapat bahwa konsep ini berguna karena memfokuskan perhatian pada kesempatan untuk perbaikan.
b. Kapasitas Praktis
Adalah sangat tidak mungkin bahwa perusahaan manapun dapat beroperasi pada tingkat kapasitas teoritis lebih dari beberapa menit atau jam. Kelonggaran harus diberikan untuk interupsi yang tidak dapat dihindari seperti, perubahan pekerja, pemeliharaan preventif, perbaikan, persiapan, kegagalan, bahan baku yang tidak memuaskan, penundaan dalam pengantaran bahan baku, kekurangan dan ketidakhadiran pekerja, hari minggu, hari libur, cuti, perhitungan persediaan, dan perubahan pola serta model. Jumlah shift per hari juga harus dipertimbangkan. Sangat jarang menemukan perusahaan yang mengoperasikan tiga shift per hari dan menjaga produksi selama 24 jam. Faktor-faktor ini mengurangi tingkat kapasitas teoritis menjadi tingkat kapasitas praktis.
c. Kapasitas Aktual Yang Diperkirakan
Kapasitas aktual yang diperkirakan mengacu pada jumlah output yang diperkirakan akan diproduksi selama periode tertentu. Tingkat aktivitas ini biasanya mengakibatkan perbedaan dalam tarif yang ditentukan sebelumnya di setiap periode, karena peningkatan atau penurunan dalam produksi yang direncanakan.



d. Kapasitas Normal
Kapasitas normal mengacu pada aktivitas rata-rata selama suatu periode waktu yang cukup lama untuk meratakan fluktuasi. Konsep kapasitas normal berusaha untuk menstabilisasi suatu tarif overhead yang akan berfluktuasi saat fasilitas dipergunakan dalam tingkatan yang berbeda dalam periode yang berbeda. Suatu pesanan atau produk sebaiknya tidak lebih mahal biayanya untuk diproduksi di periode akuntansi manapun, hanya karena produksi lebih rendah dan biaya tetap dibebankan ke lebih sedikit unit. Tetapi tarif dirubah apabila harga item-item overhead berubah. Menggunakan kapasitas normal sebagai tingkat aktivitas yang diasumsikan biasanya berarti jumlah overhead pabrik yang dibebankan akan berbeda dengan overhead aktualnya.
e. Dampak Kapasitas Pada Tarif Overhead Pabrik
Pada tingkat aktivitas yang lebih tinggi, tarifnya lebih rendah karena overhead pabrik tetap dibebankan ke lebih banyak jam mesin.
f. Kapasitas Menganggur Versus Kelebihan Kapasitas
Kapasitas menganggur disebabkan oleh kurangnya penjualan. Ketika permintaan penjualan meningkat, pekerja dan fasilitas produksi yang menganggur kembali digunakan. Ketika kapasitas menganggur dianggarkan untuk periode tersebut, biayanya dimasukan dalam tarif overhead, hanya jika kapasitas aktual yang diperkirakan digunakan sebagai denominator.
g. Kelebihan Kapasitas
Kelebihan kapasitas berbeda, karena disebabkan oleh kapasitas produktif yang lebih besar dibandingkan dengan kemampuan perusahaan untuk menggunakannya, atau karena ketidakseimbangan dalam peralatan atau mesin. Ketidakseimbangan ini terjadi ketika kapasitas dari suatu mesin tidak sesuai dengan kapasitas dari mesin-mesin lain, dengan mana mesin tersebut harus disinkronisasi.



III. Memasukkan atau Mengeluarkan Biaya Overhead Tetap
Biasanya akuntansi biaya membebankan semua biaya pabrik ke output dari suatu periode. Dalam pendekatan ini, yang disebut perhitungan biaya penyerapan penuh, perhitungan biaya konvensional, atau perhitungan biaya penuh, baik biaya tetap maupun variabel dimasukkan dalam tarif overhead pabrik. Metode perhitungan biaya lain, disebut perhitungan biaya langsung atau perhitungan biaya variabel, tidak diperbolehkan untuik pelaporan eksternal tetapi kadang-kadang digunakan untuk keperluan manajemen internal.
Dalam pendekatan ini, hanya overhead pabrik variabel yang dimasukkan dalam tarif overhead pabrik. Bagian tetap dari biaya overhead pabrik tidak menjadi biaya produk. Melainkan diperlakukan sebagai beban periodik, berarti bahwa seluruh biaya tersebut dibebankan di setiap periode, sebagaimana beban pemasaran dan beban administratif. Perhitungan biaya penyerapan penuh dan perhitungan biaya langsung merupakan hasil dari dua konsep biaya yang berbeda dalam hal biaya produk, biaya periodik, laba kotor, dan laba operasi.

Perhitungan Tarif Biaya overhead
Langkah pertama dalam menghitung tarif overhead adalah menentukan tingkat aktivitas yang akan digunakan untuk dasar yang dipilih. Kemudian setiap item biaya overhead diestimasikan atau dianggarkan pada tingkat aktivitas tersebut, sehingga menghasilkan estimasi total overhead pabrik. Setelah tingkat aktivitas dan biaya overhead telah diestimasikan, tarif overhead dapat dihitung.

Biaya Overhead Aktual
Menentukan dasar dan tingkat aktivitas, mengestimasi total overhead, dan menghitung tarif overhead terjadi sebelum terjadinya pencatatan biaya overhead aktual. Tujuan dasar dari akumulasi overhead pabrik adalah untuk menyediakan informasi untuk pengendalian.
Dokumen sumber utama yang digunakan untuk mencatat overhead dalam jurnal adalah voucher pembelian, bukti permintaan bahan baku, kartu jam kerja, dan voucher jurnal umum. Dokumen-dokumen ini menyediakan suatu catatan atas informasi yang akan dianalisis dan dicatat dalam akun. Overhead pabrik memasukkan berbagai item yang dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Setiap perusahaan memiliki karakteristiknya masing-masing, dan harus membuat akun dan metode pengklasifikasiannya sendiri.

Biaya Overhead yang Dibebankan dan Jumlah Pembebanan yang Terlalu Tinggi atau Rendah
Pada akhir bulan atau tahun, overhead pabrik dibebankan dan overhead pabrik aktual dibandingkan. Overhead pabrik aktual adalah jumlah biaya tidak langsung yang terjadi, sementara overhead pabrik dibebankan adalah jumlah biaya yang dialokasikan ke output. Bagian ini mengilustrasikan cara pembebanan overhead pabrik dan menentukan jumlah pembebanan yang terlalu tinggi atau rendah.

Pembebanan Biaya Overhead
Biaya overhead pabrik biasanya dibebankan ke barang dalam proses, tetapi dalam lingkungan just-in-time, biaya overhead pabrik dapat dibebankan langsung ke harga pokok penjualan. Ayat jurnal akhir periode kemudian dibuat, untuk menyesuaikan akun persediaan untuk porsi overhead pabrik dan biaya produksi lainnya yang sesuai dengan unit di persediaan. Ayat jurnal lawannya dibuat ke akun harga pokok penjualan, menggunakan perhitungan biaya blackflush.

Jumlah Pembebanan yang Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah
Debit di akun pengendali overhead mencerminkan biaya overhead pabrik aktual yang terjadi selama periode tersebut, sementara kreditnya mencerminkan jumlah yang dibebankan. Karena debit dan kreditnya jarang sama, maka biasanya ada saldo debit atau kredit di akun tersebut. saldo debit mengindikasikan bahwa overhead pabrik telah dibebankan terlalu rendah, sedangkan saldo kredit berarti bahwa overhead pabrik telah dibebankan terlalu tinggi. Saldo pembebanan terlalu tinggi atau terlalu rendah ini merupakan sumber bagi banyak informasi yang diperlukan oleh manajemen untuk mengendalikan dan menilai efisiensi operasi dan penggunaan kapasitas yang tersedia, serta untuk menghitung tarif overhead pabrik yang telah ditentukan sebelumnya untuk periode-periode berikutnya.

Alokasi dari Jumlah Pembebanan yang Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah
Alokasi dari overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah biasanya cukup sederhana. Di akhir periode akuntansi, jumlah tersebut dapat diperlakukan sebagai biaya periodik atau dialokasikan ke persediaan dan harga pokok penjualan. Jika jumlah overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau rendah tidak signifan, jumlah tersebut sebaiknya ditutup langsung ke ikhtisar laba rugi atau ke harga pokok penjualan sebagai biaya periodik.
Daripada memperlakukan overhead pabrik dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah sebagai penyesuaian ke laba atau beban, jumlah tersebut dapat dialokasikan ke persediaan dan harga pokok penjualan. Alokasi ini adalah usaha untuk menyatakan kembali semua overhead pabrik dibebankan ke jumlah yang mendekati overhead pabrik aktual.
Tujuan dari alokasi overhead pabrik dibebankan terlalu rendah adalah untuk merevisi semua jumlah overhead pabrik yang telah dibebankan selama tahun itu. Revisi ini dicapai dengan menyesuaikan ketiga akun yang ditunjukkan, karena semua jumlah overhead pabrik dibebankan ada di saldo akhir tahun dari ketiga akun tersebut.

Mengubah Tarif Biaya Overhead
Tarif overhead biasanya ditinjau kembali secara periodik. Perubahan dalam metode produksi, harga, efisiensi, dan perkiraan penjualan membuat tinjauan kembali dan revisi yang memungkinkan dari tarif overhead diperlukan paling tidak setahun sekali. Batasan yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam merevisi tarif overhead bergantung pada frekuensi perubahan, pada faktor-faktor yang mempengaruhi tarif overhead, dan pada kebutuhan manajemen dan keinginan akan data biaya terkini.
Suatu tarif overhead dapat saja tidak benar karena penilaian yang salah atas estimasi overhead atau aktivitas yang diantisipasi. Angka overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah tidak perlu berarti bahwa tarif overhead salah. Ketika tarif overhead didasarkan pada kondisi aktual yang diperkirakan, variasi musiman dapat menghasilkan jumlah overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah dalam periode interim, yang akan kembali normal dalam periode pelaporan satu tahun penuh.

Monday, June 23, 2008

BUSINESS ONLINE

CONSULT SERVICE

  • Accounting
  • Tax
  • Management
  • Information Accounting System
  • Auditing
  • Businees
  • Marketing

GENERAL CONSULT

Free Tax, Management & Accounting Consult.
Consult your tax, management & accounting and company finance problem, we ready to help and giving solution.

Gratis Konsultasi Pajak, Management dan Accounting
Konsultasikan permasalahan pajak, manajemen & akuntansi serta keuangan perusahaan anda. Kami siap membantu.

Dapatkan Uang Gratis Hanya Menjawab Survey

http://www.AWSurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=hendr4444